Terkait aspek operasional, FGD menyimpulkan perlunya personel yang berkemampuan analis data digital untuk mengolah data mentah yang diperoleh dari data PTTA menjadi data intelijen yang bermanfaat.
Tugas menganalis ini tidak dapat dilakukan oleh operator, karena analisis data memiliki beban kerja yang tinggi dan tidak optimal jika dibebankan kepada operator yang juga sudah memiliki beban kerja yang tinggi.
Baca Juga:
Mabes TNI Kirim Prajurit Terbaiknya Ikuti Latihan Integrasi Di Australia
Pada aspek pemeliharaan PTTA, forum menyimpulkan perlunya dukungan SDM dan fasilitas riset dari BRIN dan Perguruan Tinggi dikarenakan adanya sejumlah kendala terkait birokrasi eksternal dan internal, keterbatasan fasilitas pemeliharaan, dan kuantitas serta kualitas personel pemeliharaan.
Dalam acara pembukaan Askomlek KASAU pada kediatan FGD PTTA TA 2022 pada Rabu (9/3/2022) turut dihadiri enam narasumber diantaranya, Plt. Deputi Bidang Pemanfaatan Riset dan Inovasi Mego Pinandito, PT Dirgantara Indonesia Bona, Fakultas Teknik Mesin dan Dirgantara ITB Ony Arifianto, Kol Lek Rudiyanto Kadubdis (PTTA), Kol Lek Agus Himawan (Dandepohar 20), Letkol Pnb Dion (Danskadud 52). [rin]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.