"Pesan tersebut berisi dokumentasi foto dan video yang menunjukkan bahwa yang bersangkutan telah bergabung dengan divisi tentara bayaran Rusia," kata Krisdiyanto.
Dalam pesan itu, Rio juga menjelaskan proses pendaftaran hingga besaran gaji yang diterima dalam mata uang rubel dan telah dikonversi ke rupiah.
Baca Juga:
IOC Tolak Sanksi AS Usai Operasi di Venezuela, Sikapnya Kontras dengan Kasus Rusia dan Indonesia
Sebelum pesan tersebut diterima, personel Siprovos Satbrimob Polda Aceh telah melakukan pencarian ke rumah Rio maupun kediaman orang tuanya.
"Terkait absennya yang bersangkutan dalam dinas, Polda Aceh telah melakukan pencarian, melayangkan dua kali surat panggilan, serta menerbitkan daftar pencarian orang," ujar Krisdiyanto.
Polda Aceh juga mengantongi sejumlah bukti pendukung berupa foto, video, data paspor, serta manifest penumpang pesawat yang menguatkan dugaan keberangkatan ke luar negeri.
Baca Juga:
Banjir Pekalongan Bikin KAI Kembalikan Rp3,5 Miliar Dana Penumpang
Berdasarkan data tersebut, Rio tercatat melakukan perjalanan dari Bandara Internasional Soekarno-Hatta menuju Bandara Internasional Pudong, Shanghai, Kamis (18/12/2025).
Keesokan harinya, ia melanjutkan penerbangan ke Bandara Internasional Haikou Meilan, Jumat (19/12/2025).
Atas dasar itu, Polda Aceh melakukan penanganan pelanggaran kode etik serta meminta pendapat dan saran hukum hingga digelar Sidang KKEP pertama secara in absentia pada Kamis (8/1/2026) dan sidang kedua pada Jumat (9/1/2026).