WAHANANEWS.CO, Jakarta - Kedatangan Anies Baswedan ke kediaman Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) di Cikeas mendadak jadi sorotan karena disebut datang tanpa undangan resmi di tengah momen Lebaran 2026.
Kunjungan tersebut dilakukan dalam rangka halalbihalal yang digelar SBY di Puri Cikeas, Bogor, Jawa Barat, Sabtu (21/3/2026) malam.
Baca Juga:
PDI Perjuangan Sumbar Dukung Program Kerakyatan Bersama Muhammadiyah, Alex Lukman Berkomitmen
Sorotan publik muncul lantaran Anies hadir dalam acara silaturahmi tersebut tanpa undangan resmi dan tetap bertemu langsung dengan SBY serta Agus Harimurti Yudhoyono (AHY).
“Iya betul (Anies bertemu SBY dan AHY) hari H Lebaran,” ujar Juru Bicara Anies, Usamah Abdul Aziz, Selasa (24/3/2026).
Ia menjelaskan bahwa komunikasi antara Anies, SBY, dan AHY selama ini berjalan dengan baik tanpa adanya persoalan berarti.
Baca Juga:
MK Minta Revisi Aturan, Wacana Ambang Batas 7 Persen Menguat
“Ya memang selama ini komunikasi berjalan baik, seperti biasa,” tutur Usamah.
Di sisi lain, pihak Partai Demokrat menegaskan bahwa acara tersebut merupakan open house yang terbuka untuk umum dalam rangka Idul Fitri.
“Pak SBY open house. Siapa saja yang datang untuk bersilaturahmi dengan beliau dan keluarga besar, tentu disambut dengan baik. Namanya momen Lebaran,” ujar Juru Bicara Partai Demokrat Herzaky Mahendra, Kamis (26/3/2026).
Kehadiran Anies disebut tetap diterima dengan baik sebagaimana tamu lainnya yang datang ke kediaman SBY.
“Salah satu yang hadir memang betul ada Mas Anies. Seperti halnya tamu-tamu lain, tentu diterima dengan baik oleh Bapak SBY selaku tuan rumah,” ujar Herzaky.
Ia juga menegaskan tidak ada pembicaraan khusus yang dilakukan dalam pertemuan tersebut, termasuk soal politik atau rencana koalisi.
“Tidak perlu diartikan atau dibawa ke mana-mana. Apalagi sampai diarahkan ke rencana koalisi ke depan ataupun urusan pemilu. Kejauhan mikirnya,” kata Herzaky.
Secara terpisah, Juru Bicara Anies, Sahrin Hamid, menyampaikan bahwa respons dari Partai Demokrat atas kedatangan Anies sangat positif.
“Saya kira Kang Hero telah menyampaikan sebuah respons yang sangat baik. Ini konteksnya adalah silaturahmi di tengah momen Idul Fitri,” ujar Sahrin.
Ia menekankan bahwa dalam ajaran Islam, silaturahmi merupakan amalan yang sangat dianjurkan dan memiliki nilai penting dalam hubungan sosial.
“Oleh karenanya, momentum silaturahmi ini harus dipandang sebagai bagian dari muamalat selaku muslim,” imbuhnya.
Di balik kunjungan tersebut, sejumlah pengamat menilai ada dimensi politik yang lebih dalam terkait upaya memperbaiki hubungan yang sempat merenggang.
Diketahui, relasi antara Anies dan SBY sempat mengalami ketegangan setelah dinamika Pilpres 2024, terutama saat Anies akhirnya berpasangan dengan Muhaimin Iskandar, bukan AHY.
“Tampaknya Anies ingin menggunakan momen halal bihalal juga untuk mencairkan hubungan yang membeku tersebut,” ujar pengamat komunikasi politik Jamiluddin Ritonga, Rabu (25/3/2026).
Ia menilai langkah tersebut sebagai upaya membangun kembali komunikasi politik yang sebelumnya sempat terputus.
“Anies ingin hubungannya dengan SBY kembali putih layaknya embun pagi,” lanjutnya.
Menurutnya, peluang rekonsiliasi tersebut juga dapat membawa dampak lebih luas terhadap peta politik nasional ke depan.
“Kemungkinan itu sangat terbuka, mengingat kedekatan SBY dengan Prabowo. SBY bisa saja meyakinkan Prabowo untuk merangkul Anies demi stabilitas politik nasional di tengah ketidakpastian global,” imbuh Jamiluddin.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]