WahanaNews.co, Jakarta - Basuki Tjahaja Purnama, yang dikenal sebagai Ahok, memberikan klarifikasi terkait pernyataannya yang tersebar di media sosial yang menyebut bahwa Jokowi dan Gibran tidak dapat bekerja.
Ia menyangkal telah mengeluarkan pernyataan tersebut dan menyatakan bahwa pernyataannya telah diambil dari konteks atau dipotong-potong.
Baca Juga:
Ahok Diperiksa Hampir Delapan Jam, Bilang Kaget Ada Penyimpangan di Perusahaan
"Bukan, justru jangan dipotong, konteksnya apa?" tanya Ahok menjawab wartawan di Kupang, NTT, melansir CNN Indonesia.
Dia mengatakan, tidak mungkin dirinya yang pernah bekerja bersama Jokowi lalu menyerang Jokowi.
"Kalau dibilang saya gila pun mau nyerang Pak Jokowi dan Gibran saya pun tidak beg-bego amat," katanya.
Baca Juga:
Kejagung Dalami Peran Ahok di Kasus Pertamina yang Diduga Tahu Adanya Korupsi
Ahok menyatakan bahwa dia tidak akan secara terbuka menyerang Jokowi, terutama karena mereka sebelumnya bekerja sama sebagai Gubernur dan Wakil Gubernur DKI Jakarta.
Menurutnya, saat itu, dia sedang berbincang dengan seorang nenek berusia 82 tahun yang menyatakan dukungannya pada Prabowo Subianto sebagai calon presiden saat itu.
Ahok menjelaskan bahwa nenek tersebut menyarankan agar dia memilih Prabowo dan Gibran.