Keempat prajurit tersebut masing-masing berinisial Kapten NDP, Lettu SL, Lettu BHW, dan Serda ES.
Perkembangan penanganan perkara juga diikuti dengan pengunduran diri Kepala BAIS TNI Yudi Abrimantyo sebagai bentuk tanggung jawab di tengah sorotan publik.
Baca Juga:
Terungkap, BHC dan BHW Ternyata Orang yang Sama di Kasus Air Keras Andrie Yunus
Peristiwa penyiraman air keras terhadap Andrie Yunus terjadi setelah korban menyelesaikan rekaman siniar di kantor Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Indonesia (YLBHI), Menteng, Jakarta Pusat.
"Acara tapping selesai pada sekitar pukul 23.00 WIB," ujar Koordinator Badan Pekerja KontraS Dimas Bagus Arya.
Setelah insiden terjadi, Andrie Yunus berteriak kesakitan dan terjatuh dari sepeda motor sebelum akhirnya mendapatkan pertolongan dari warga sekitar.
Baca Juga:
DPR Minta Polda Metro Jaya Perketat Razia Balapan Liar di Jakarta
Pelaku kemudian melarikan diri ke arah Jalan Salemba Raya usai melakukan aksinya.
Dalam kondisi terluka, korban sempat kembali ke tempat tinggal sebelum akhirnya dibawa ke Rumah Sakit Cipto Mangunkusumo (RSCM) pada Jumat (13/3/2026) dini hari untuk mendapatkan perawatan medis.
Hasil pemeriksaan dokter menunjukkan Andrie mengalami luka pada mata kanan serta luka bakar sekitar 20 persen pada tubuh akibat siraman air keras tersebut.