WahanaNews.co, Denpasar - I Nyoman Gede Antara, mantan Rektor Universitas Udayana (Unud), Bali, divonis bebas dalam sidang putusan perkara Sumbangan Pengembangan Institusi (SPI) penerimaan mahasiswa jalur mandiri tahun 2018-2022.
Putusan terhadap terdakwa berlangsung di Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Denpasar, Bali, pada Kamis (22/2/2024).
Baca Juga:
Libur Lebaran di Pulau Dewata? Kunjungi 5 Destinasi Wisata Ini!
Ketua Majelis Hakim, Agus Akhyudi membacakan putusan sekitar tiga jam hingga membacakan vonis terdakwa tidak terbukti bersalah dan dibebaskan dari segala tuntutan.
"Memerintahkan terdakwa Profesor Doktor I Nyoman Gde Antara dibebaskan dari tahanan setelah putusan ini diucapkan," kata Ketua Majelis Hakim Agus Akhyudi saat membacakan salah satu poin vonis.
Merespons vonis itu, berdasarkan pantauan, Gede Antara terlihat terharu lalu mengusap mata. Terdakwa bersama tim kuasa hukumnya termasuk dengan Hotman Paris saling berpelukan usai divonis bebas menunjukkan rasa gembira atas putusan tersebut.
Baca Juga:
ASDP: Arus Penyeberangan Bali-Jawa Naik 45 Persen, Puncak Mudik Diprediksi H-3
Kemudian, saat ditemui usai persidangan I Nyoman Gede Antara mengucapkan terima kasih kepada semua pihak dan termasuk tim kuasa hukumnya dan majelis hakim. Ia menilai bahwa majelis hakim dalam tahapan persidangan sudah sangat objektif.
Selain itu, pihaknya menyatakan bahwa dari awal dirinya tidak melakukan korupsi seperti yang didakwakan. Tetapi, dirinya malah ditetapkan sebagai tersangka sejak Maret 2023 dan ditahan sejak Oktober 2023 lalu.
"Dari awal kami sudah menyampaikan bahwa kami tidak ada melakukan hal-hal seperti yang didakwakan. Tetapi, kami menghormati proses hukum. Kami ditersangkakan, kami ditahan, disidangkan di terdakwa," ujarnya.