"Odmil Jakarta, sampaikan, ini diteliti dari ulang, sehingga semua pasal yang relevan, jangan sampai tidak ada. Oke, hati-hati, maksudnya hati-hati jangan sampai lolos begitu saja," ucap Andika Perkasa.
"Ini ada korban tewas, lagi-lagi ada korban tewas. Jangan main-main," imbuhnya.
Baca Juga:
Rumah Briptu (Anumerta) Ghalib Dikunjungi Kapolri dan Panglima TNI
Duduk Perkara
Seorang anggota TNI berpangkat sertu di Timika, Papua, tewas diduga dianiaya oleh seniornya.
Panglima TNI Jenderal Andika Perkasa pun lantas memberikan arahan tegas terkait kematian sertu bernama Marctyan Bayu Pratama itu.
Baca Juga:
Bazar Murah Bagi Kesejahteraan Prajurit dan PNS TNI
Ganjilnya kematian Sertu Bayu itu mulanya diungkap oleh sang ibu, Sri Rejeki.
Sri Rejeki meminta Jenderal Andika menuntaskan kasus anaknya. Dia ingin persidangan segera digelar dan diputuskan seadil-adilnya.
"Para pelaku mendapatkan hukuman yang setimpal sesuai dengan perbuatannya. Kalau bisa, ya ini dipecat, karena sudah bisa merusak tatanan TNI dan juga membahayakan masyarakat sipil karena orang seperti ini kejam ya," kata wanita berusia 50 tahun ini, dilansir dari Antara, Kamis (9/6).