WAHANANEWS.CO, Jakarta – Kekayaan Edhie Baskoro Yudhoyono atau Ibas mengalami peningkatan signifikan dalam kurun waktu empat tahun terakhir.
Berdasarkan data Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN), total kekayaan Wakil Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) tersebut melonjak sekitar 733,18 persen, dari Rp42,57 miliar pada 2021 menjadi Rp354,72 miliar pada 2025.
Baca Juga:
Demokrat Buka Pintu Lebar untuk Pembahasan RUU Perampasan Aset di DPR
Selain menjabat sebagai Wakil Ketua MPR RI, Ibas juga mengemban amanah sebagai Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Partai Demokrat.
Laporan LHKPN periode 2025 yang disampaikan pada 16 Maret 2026 mencatat total kekayaannya mencapai Rp354.720.769.377.
Dalam laporan tersebut, komposisi kekayaan terbesar berasal dari kepemilikan surat berharga dengan nilai mencapai Rp161,9 miliar.
Baca Juga:
Prestasi Tak Berhenti di Medali, Ibas Serukan Langkah Baru untuk Atlet
Selain itu, Ibas juga memiliki kas dan setara kas senilai Rp133,2 miliar, yang menjadi penyumbang terbesar kedua dalam total hartanya.
Sementara itu, aset berupa tanah dan bangunan yang dimiliki Ibas tercatat senilai sekitar Rp19,2 miliar.
Aset tersebut terdiri atas delapan bidang tanah dan bangunan di wilayah Bogor, lima bidang tanah di Pacitan, serta masing-masing satu bidang tanah di Bandung dan Ponorogo.
Seluruh aset tersebut dilaporkan diperoleh dari hasil sendiri.
Secara rinci, aset tanah dan bangunan tersebut meliputi tanah seluas 1.220 meter persegi di Bogor senilai Rp754 juta, tanah seluas 8.531 meter persegi di Bandung senilai Rp383 juta, tanah dan bangunan seluas 1.349/200 meter persegi di Bogor senilai Rp2,6 miliar, serta tanah dan bangunan seluas 1.281/250 meter persegi di Bogor dengan nilai Rp2,6 miliar.
Selain itu, terdapat tanah seluas 6.153 meter persegi di Pacitan senilai Rp48 juta, tanah seluas 18.846 meter persegi senilai Rp147,6 juta, tanah seluas 19.180 meter persegi senilai Rp150 juta, tanah seluas 20.500 meter persegi senilai Rp160 juta, dan tanah seluas 1.037 meter persegi senilai Rp550 juta. Ibas juga memiliki tanah seluas 675 meter persegi di Ponorogo senilai Rp2,2 miliar.
Adapun aset lainnya di Bogor meliputi tanah seluas 7.271 meter persegi senilai Rp727 juta, tanah seluas 2.117 meter persegi senilai Rp217,7 juta, tanah seluas 2.237 meter persegi senilai Rp223,7 juta, tanah seluas 3.586 meter persegi senilai Rp7,1 miliar, serta tanah seluas 2.059 meter persegi dengan nilai Rp1,2 miliar.
Di sektor kendaraan dan alat transportasi, Ibas memiliki aset senilai Rp5,4 miliar yang seluruhnya juga diperoleh dari hasil sendiri.
Koleksi kendaraan tersebut terdiri atas mobil KIA EV9 tahun 2023 senilai Rp1,9 miliar, Hyundai Ioniq tahun 2023 senilai Rp900 juta, BMW I7XDRV6 tahun 2023 senilai Rp2,1 miliar, serta Golf Club Car tahun 2020 senilai Rp150 juta.
Selain kendaraan bermotor, Ibas juga memiliki sejumlah sepeda dengan nilai yang cukup tinggi, yakni Bike Cervelo tahun 2020 senilai Rp150 juta, Rode Bike S-Works tahun 2020 senilai Rp150 juta, dan sepeda Brompton tahun 2020 senilai Rp50 juta.
Putra bungsu Presiden ke-6 RI Susilo Bambang Yudhoyono tersebut juga melaporkan kepemilikan harta bergerak lainnya senilai Rp17,6 miliar serta harta lainnya sebesar Rp24,6 miliar.
Setelah dikurangi utang sebesar Rp7,4 miliar, total kekayaan bersih yang tercatat dalam LHKPN mencapai Rp354.720.769.377.
Jika dibandingkan dengan laporan kekayaan pada 2021 saat masih menjabat sebagai Ketua Fraksi Partai Demokrat DPR RI, total kekayaan Ibas meningkat sekitar Rp312,1 miliar. Saat itu, nilai kekayaannya tercatat sebesar Rp42,57 miliar.
Data LHKPN juga menunjukkan tren kenaikan kekayaan Ibas dalam beberapa tahun terakhir. Pada periode 2022, total kekayaannya tercatat sebesar Rp320.441.461.439.
Angka tersebut kemudian menjadi Rp317.437.606.540 pada 2023 dan meningkat menjadi Rp337.121.770.188 pada 2024, sebelum akhirnya mencapai Rp354,72 miliar pada laporan periode 2025.
Sementara itu, pada periode-periode sebelumnya, total kekayaan Ibas tercatat sebesar Rp36.602.681.021 pada 2020, Rp33.604.798.552 pada 2019, dan Rp32.975.385.811 pada 2018.
[Redaktur: Ajat Sudrajat]