"Sejak dia bebas tetangga pun enggak ada yang tahu, saya juga enggak tahu," kata Asep.
"Saya setiap hari ketemu loh sama warga siapa aja, selama ini kan cuma dua orang itu; ibunya sama adiknya [Agus] serta kakeknya," imbuhnya.
Baca Juga:
Dua Benda Diduga Mortir di Cilandak Diamankan Polisi
Asep mengatakan lingkungan RT menyikapi peristiwa tersebut dengan bijak. Ia menegaskan para warga di lingkungannya sangat guyub.
Menurutnya, banyak kegiatan yang membuat warga bisa mengenal satu sama lain sebagai bentuk antisipasi dini terhadap tindak pidana terorisme. Seperti pengajian hingga kerja bakti.
Asep juga menyinggung soal pendataan kependudukan yang selalu dilakukan setiap bulan.
Baca Juga:
Tragedi Bom di Pakistan: Diplomat Indonesia dan Sejumlah Negara Lolos dari Maut
"Sebetulnya kalau di sini guyub sih. Kalau kegiatan di RT sini, kompaklah," ujarnya.
Dicoret dari KK
Asep yang baru menjabat sebagai Ketua RT selama satu tahun ini mengungkapkan Agus sempat ingin dicoret dari Kartu Keluarga (KK) oleh keluarganya.