Pada 19 Januari 2026, KPK juga melaksanakan OTT ketiga dengan menangkap Bupati Pati Sudewo yang diumumkan sebagai tersangka pada Selasa (20/1/2026) dalam dugaan pemerasan terkait pengisian jabatan perangkat desa di lingkungan Pemerintah Kabupaten Pati, Jawa Tengah.
OTT keempat dilakukan pada Selasa (4/2/2026) di lingkungan KPP Madya Banjarmasin, Kalimantan Selatan, terkait dugaan korupsi dalam proses restitusi pajak.
Baca Juga:
Iran Terus Gempur Israel dan Aset Amerika, Kedubes AS Tak Sanggup Evakuasi Warganya
Pada hari yang sama, Selasa (4/2/2026), KPK mengumumkan OTT kelima terkait kasus importasi barang KW atau tiruan dengan salah satu pihak yang diamankan adalah mantan Direktur Penindakan dan Penyidikan pada Direktorat Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan, Rizal, yang saat itu menjabat sebagai Kepala Kantor Wilayah Bea Cukai Sumatera Bagian Barat.
OTT keenam diumumkan pada Rabu (5/2/2026) terkait dugaan korupsi dalam pengurusan sengketa lahan seluas 6.500 meter persegi di lingkungan Pengadilan Negeri Depok, Jawa Barat, dengan penetapan tersangka terhadap Ketua PN Depok I Wayan Eka Mariarta, Wakil Ketua PN Depok Bambang Setyawan, serta Direktur Utama PT Karabha Digdaya yang merupakan anak perusahaan Kementerian Keuangan.
OTT ketujuh diumumkan pada Selasa (3/3/2026) dengan rangkaian penangkapan di Jawa Tengah, termasuk penangkapan Bupati Pekalongan Fadia Arafiq bersama dua orang lainnya di Semarang dan 11 orang lainnya di Pekalongan.
Baca Juga:
MK Tekankan Proporsionalitas Parliamentary Threshold demi Stabilitas dan Kedaulatan Rakyat
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.