Penghargaan Honorary Fellow AFEO diberikan kepada tokoh-tokoh yang dinilai memiliki kontribusi signifikan dalam pengembangan keinsinyuran serta peningkatan kualitas sumber daya manusia teknik di kawasan ASEAN.
Acara penyerahan penghargaan tersebut turut dihadiri Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan Agus Harimurti Yudhoyono (AHY), Menteri Ketenagakerjaan Yassierli, jajaran pimpinan PII, Ketua Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP), tokoh organisasi perempuan, para rektor perguruan tinggi, serta pejabat di lingkungan Kementerian Ketenagakerjaan.
Baca Juga:
Pastikan Kesiapan Program Magang Nasional, Seskab Teddy Sambangi Kementerian Ketenagakerjaan
Ketua Umum PII, Ilham Akbar Habibie, menegaskan bahwa penghargaan tersebut mencerminkan kuatnya kolaborasi antara PII dan Kementerian Ketenagakerjaan dalam memperkuat ekosistem keinsinyuran nasional.
Menurutnya, Kementerian Ketenagakerjaan memiliki peran strategis dalam memastikan pengakuan kompetensi tenaga teknik melalui sistem pelatihan vokasi dan standardisasi kompetensi.
Ia menjelaskan bahwa Kementerian Ketenagakerjaan, melalui Direktorat Jenderal Pembinaan Pelatihan Vokasi dan Produktivitas serta BNSP, menjadi gerbang utama dalam pengakuan keahlian para insinyur.
Baca Juga:
FRIC Selalu Mendukung Penuh Program Presiden Prabowo Dalam Mewujudkan Indonesia Maju Indonesia Emas
Di sisi lain, PII bertanggung jawab mengelola Sertifikasi Insinyur Profesional sesuai dengan Undang-Undang Keinsinyuran. Sinergi kedua lembaga tersebut dinilai krusial agar sertifikat kompetensi memiliki daya saing, baik di tingkat nasional maupun internasional.
AHY menambahkan bahwa Indonesia membutuhkan lebih banyak ilmuwan dan insinyur agar berbagai persoalan bangsa dapat diselesaikan melalui solusi yang tepat, inovatif, dan berkelanjutan.
[Redaktur: Amanda Zubehor]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.