Ketua Biro Komunikasi dan Pelayanan Umum PP Muhammadiyah, Edy Kuscahyanto, menegaskan bahwa laporan tersebut tidak mencerminkan pandangan institusi.
“Aliansi Muda Muhammadiyah juga bukan organisasi resmi di Muhammadiyah. Mereka hanya individu yang mengatasnamakan Muhammadiyah,” kata Edy.
Baca Juga:
Mahfud MD Soal Mens Rea Pandji Pragiwaksono: Secara Hukum Tak Bisa Dipidana
Menanggapi pernyataan itu, Tumada menyatakan pihaknya tidak mempermasalahkan sikap PP Muhammadiyah dan mengakui posisi AMM yang berada di luar struktur resmi.
Ia menegaskan bahwa meskipun tidak struktural, mayoritas anggota AMM merupakan warga Muhammadiyah yang merasa perlu menyuarakan kritik secara cepat dan mandiri.
“Karena memang kami memang terpisah dengan organisasi induk, maka kami sebenarnya memaknai jalan ini sebagai jalan kritis yang harus disuarakan cepat,” ujar Tumada.
Baca Juga:
Isu Pelaporan Pandji Pragiwaksono, Menkum Akan Cek ke Kepolisian
AMM juga menyadari bahwa komedi merupakan bentuk ekspresi, namun mereka menilai penayangan Mens Rea di platform global seperti Netflix membuat dampak sosialnya jauh lebih luas.
Menurut Tumada, ruang publik yang besar menuntut kehati-hatian karena komedi tetap memiliki konsekuensi sosial terhadap persepsi masyarakat.
“Ketika di ruang publik dengan jangkauan luas, komedi juga kan sebenarnya memiliki dampak sosial,” kata Tumada.