WAHANANEWS.CO, Jakarta - Dentuman latihan tempur menggema di pesisir Situbondo saat prajurit Resimen Kavaleri 2 Marinir menunjukkan kesiapan mereka dalam skenario serbuan operasi amfibi yang intens dan realistis.
Latihan tersebut digelar di Pantai Banongan, Kecamatan Asembagus, Situbondo, Jawa Timur, sebagai bagian dari upaya mengasah kemampuan tempur prajurit dalam menghadapi berbagai potensi operasi di medan sebenarnya.
Baca Juga:
KPK Periksa 4 Saksi di Malang, Kasus Pemerasan RPTKA Kemnaker Kian Terkuak
Komandan Resimen Kavaleri 2 Marinir (Danmenkav 2 Marinir), Iwan Permana, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan rangkaian Latihan Satuan Dasar (LSD) darat dan laut Triwulan I Tahun 2026 yang dirancang untuk meningkatkan kesiapsiagaan pasukan.
"Latihan ini harus dilaksanakan dengan penuh kesungguhan dan rasa tanggung jawab, sehingga setiap prajurit memiliki kesiapan tempur yang optimal dalam mendukung tugas pokok Korps Marinir," kata dia dalam keterangannya di Situbondo, Rabu (08/04/2026).
Ia mengungkapkan bahwa latihan yang berada di bawah kendali pelaksana Menkav 2 Marinir tersebut melibatkan satuan tempur dari seluruh jajaran Resimen Kavaleri 2 Marinir dengan skenario yang dibuat mendekati kondisi operasi nyata.
Baca Juga:
DPR Soroti Kerugian Negara, Tambang Ilegal Murung Raya Harus Dibongkar
Tujuan utama dari latihan ini adalah untuk meningkatkan profesionalisme serta kesiapsiagaan prajurit dalam menghadapi berbagai kemungkinan operasi amfibi di lapangan.
"Berbagai materi latihan disimulasikan secara terpadu, mulai dari skenario operasi amfibi, manuver gerakan kapal menuju pantai, hingga pelayanan meriam dinas baterai, dan seluruh rangkaian tersebut menuntut ketepatan, kecepatan, serta koordinasi yang solid antarunsur di lapangan," ujar dia.
Ia juga menekankan pentingnya keseriusan dan tanggung jawab setiap prajurit dalam mengikuti seluruh tahapan latihan agar hasil yang dicapai benar-benar optimal dan sesuai standar operasional.