“Di samping itu, selama ini saya merasa agak disingkirkan dan tidak dihargai. Seperti mutasi, misalnya, tiba-tiba datang undangan pelantikan. Wajar tidak itu?" katanya.
"Memang dia atasan saya, dia berkuasa, minimal walau Bupati sudah menentukan nama orang yang dimutasi, saya dapatlah tembusan siapa yang akan dimutasi. Tapi ini tidak ada,” lanjut Firdaus.
Baca Juga:
Warga Baureno Bojonegoro Keluhkan Bau Limbah Diduga dari Pabrik Rokok
Sebagai Wakil Bupati, Firdaus juga mengaku tidak pernah tahu soal pembahasan anggaran yang dikelola pemerintahan selama menjabat.
Sebab, dia mengaku tidak pernah dilibatkan dalam pembahasan.
Pada Sabtu (11/7/2021), Shabela resmi berdamai dengan wakilnya, setelah Firdaus meminta maaf.
Baca Juga:
KAI Tambah Frekuensi dan Destinasi KA dari Stasiun Bojonegoro Mulai 1 Februari
Mereka pun menandatangani ikrar perdamaian dan nota kesepahaman yang disiapkan oleh Tim Pansus Perdamaian Bupati dan Wakil Bupati Aceh Tengah. [dhn]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.