Uang tersebut diduga berasal dari pihak swasta dan diberikan untuk mengondisikan temuan audit BPK.
Objek yang disorot dalam perkara ini berkaitan dengan pengadaan Smart TV atau Smart Board di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemkab Muara Enim.
Baca Juga:
Pelita Air Bakal Masuk Garuda Group, MARTABAT Prabowo-Gibran: Konsolidasi Harus Tingkatkan Pelayanan
Budi mengatakan operasi tangkap tangan kerap menjadi pintu masuk bagi KPK untuk membongkar perkara yang lebih luas.
“Tentu peristiwa tertangkap tangan sering kali menjadi entry point bagi KPK,” ucap Budi.
KPK tidak menutup kemungkinan penyidikan akan melebar ke pengadaan lain selain Smart TV atau Smart Board.
Baca Juga:
KAI Kecam Ucapan Kasar Advokat ke Wartawan, Kak Mia: Officium Nobile Wajib Jaga Etika
“KPK tentu akan mendalami lebih luas lagi,” ucap Budi.
Menurut Budi, penyidik akan menelusuri apakah dugaan pengaturan audit hanya berkaitan dengan satu proyek atau juga menyentuh pengadaan lain.
“Kita akan telusuri apakah ini hanya terkait dengan pengadaan itu saja atau terkait dengan audit untuk pengadaan-pengadaan lainnya,” ucap dia.