Pramono pun menyinggung pernyataan kepala daerah di Kota Medan, Sumatera Utara yang secara terbuka menyatakan Medan merupakan kota bebas dari LGBT.
Pramono mengatakan hal itu membuat kelompok LGBT merasa malu dan berkecil hati ketika datang ke TPS saat memilih.
Baca Juga:
Bawaslu Kulon Progo Gelar Penguatan Kapasitas Pengawas Pemilu Kecamatan untuk Pemilu 2024
"Teman-teman LGBT merasa semakin insecure karena ada pernyataan dari pimpinan daerahnya yang menyatakan bahwa kota Medan sebagai bebas LGBT," ujar Pramono.
"Ini membuat teman-teman semakin insecure nanti untuk datang ke TPS. Bahwa mereka didata ok, tetapi untuk datang ke TPS itu mereka semakin merasa ter-discourage," katanya menambahkan.
Komisioner Komnas HAM, Saurlin Siagian juga mencontohkan hal serupa terjadi di Surabaya, Jawa Timur. Temuan Komnas HAM, kelompok LGBT merasa dilecehkan ketika datang ke TPS karena kerap dipandang sinis.
Baca Juga:
Perludem Ungkap Politisasi Bansos Pada Pilkada Tak Semasif Pemilu 2024
"Itu dianggap pelecehan juga. Kita harus memahami itu sebagi pelecehan jika mereka merasa dilecehkan," sebut dia.
Saurlin menuturkan pemerintah dan KPU harus memberikan perhatian khusus terkait hal itu.
"Saya kira itu terkait secara masif dan membutuhkan perhatian khusus dari bukan hanya KPU tapi juga pemerintah," tuturnya.