WahanaNews.co | Ramadan hampir saja berakhir. Bulan mulia yang Allah sediakan pahala berlipat ganda bagi segenap hamba yang menunaikannya. Juga rahmat, keberkahan dan ampunan atas dosa-dosa.
Namun termasukkah kita di dalamnya? Atau jangan-jangan hanya sekadar menderita rasa lapar dan dahaga saja tanpa mendapatkan pahala, rahmat, keberkahan dan ampunan-Nya?
Baca Juga:
Jelang Idulfitri, Tri Adhianto Bagikan Beras dan Sarung untuk Marbot Masjid
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengingatkan dalam sabdanya, “Berapa banyak orang berpuasa yang tidak mendapatkan apa-apa kecuali lapar dan dahaga saja.” (HR. Ibnu Majah)
Hadits ini sudah seharusnya menjadi renungan setiap kita di akhir ramadan. Perlu mengevaluasi diri agar pengorbanan imsak (menahan diri) dari makan, minum dan berjimak selama berhari-hari tidak berujung sia-sia.
Evaluasi dilakukan secara berkala untuk memastikan bahwa puasa hari ini lebih baik dari kemarin, puasa pekan ini lebih baik dari pekan kemarin hingga akhirnya kita mengoptimalkan diri agar puasa tahun ini lebih baik dari tahun kemarin.
Baca Juga:
Perkuat Silaturahmi Legislatif-Eksekutif, DPC PKB Kota Bekasi Undang ‘Bukber’ Wakil Wali Kota Bekasi
Sebagai ukuran keberhasilan ramadan, maka penulis mencatat ada beberapa indikator keberhasilan ramadan bagi seseorang yang direferensikan dari berbagai pembacaan.
Pertama, bergembira dengan datangnya bulan ramadan. Bergembira berarti menyambut dengan segenap jiwa dan raga yang sudah dipersiapkan.
Menatap bulan dengan penuh harap atas segala kemuliaan yang Allah sediakan lebih banyak dan lebih besar dibandingkan dengan bulan-bulan lainnya.