OMSP merupakan operasi kemanusiaan yang dijalankan TNI dalam berbagai situasi darurat, seperti membantu proses evakuasi korban bencana alam maupun kecelakaan berskala besar.
Tak hanya itu, pengiriman prajurit dalam misi perdamaian ke wilayah konflik juga termasuk dalam kategori OMSP.
Baca Juga:
Evakuasi KMP Tunu Jaya, Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Mengapung
Menurut Tunggul, kapal induk tersebut dinilai sangat mendukung pelaksanaan OMSP karena memiliki kapasitas angkut logistik yang besar, daya jelajah tinggi, serta dilengkapi fasilitas yang memadai.
Meski demikian, ia tidak menutup kemungkinan kapal tersebut juga akan digunakan untuk kepentingan operasi tempur bila dibutuhkan.
Saat ini, proses akuisisi kapal induk milik Angkatan Laut Italia itu masih diupayakan oleh TNI AL, meski detail mekanismenya belum dipaparkan ke publik.
Baca Juga:
TNI AL Uji Tembak Perdana Meriam 127 Mm, KRI Prabu Siliwangi Siap Masuk Lini Tempur
Tidak dijelaskan pula berapa anggaran yang harus disiapkan Kementerian Pertahanan untuk membawa kapal induk tersebut ke Indonesia.
Sebagai informasi, Giuseppe Garibaldi memiliki kesamaan dengan dua kapal perang terbaru TNI AL, yakni KRI Brawijaya 320 dan KRI Prabu Siliwangi 321, yang sama-sama diproduksi oleh perusahaan Italia Fincantieri.
Kapal induk sepanjang 180,2 meter ini dibekali mesin penggerak bertenaga tinggi yang mampu melaju hingga 30 knot atau sekitar 56 kilometer per jam.