WAHANANEWS.CO, Jakarta - Misteri satu pucuk senjata api Franchi SPAS-15 kaliber 12 gauge yang ditemukan bersama ratusan airsoft gun di lingkungan yayasan sekolah swasta di Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan, mulai terkuak setelah polisi menemukan senjata tersebut tercatat atas nama seorang pria berinisial DS yang telah meninggal dunia.
Penelusuran kepolisian menunjukkan DS merupakan Direktur PT Lokta Karya Perbakin, perusahaan yang diketahui bergerak dalam bidang impor senjata angin dan airsoft gun.
Baca Juga:
Plot Twist 995 Senjata di Sekolah Jaksel, Pengacara: Itu Airsoft Gun dan Ada Izin Mabes Polri
Kabid Humas Polda Metro Jaya Kombes Budi Hermanto mengatakan identitas pemilik senjata diketahui setelah penyidik menelusuri data kepemilikan Franchi SPAS-15 yang ditemukan di lokasi.
"LKP ini terkait tentang impor senjata angin ataupun senjata airsoft gun," kata Budi kepada wartawan, Jumat (7/8/2026).
Berdasarkan hasil penelusuran tersebut, polisi kemudian menemukan fakta bahwa DS telah meninggal dunia sejak 2020.
Baca Juga:
Bikin Geger! 995 Senjata Tersimpan di Sekolah Jaksel, Polisi Masih Selidiki Ruangan Terkunci
Kondisi itu membuat kepolisian perlu mendalami bagaimana riwayat penguasaan dan penyimpanan senjata tersebut selama sekitar enam tahun setelah pemilik yang tercatat meninggal dunia.
"Sehingga senjata ini diamankan untuk penelusuran lebih lanjut," ujar Budi.
Senjata api tersebut kini berada dalam penguasaan kepolisian untuk kepentingan penyelidikan, termasuk memastikan riwayat kepemilikan dan bagaimana senjata itu akhirnya berada di lingkungan sekolah.