Temuan itu selanjutnya dilaporkan kepada aparat kepolisian hingga dilakukan pengamanan dan pendataan terhadap barang-barang yang ditemukan.
Dari proses pemeriksaan tersebut, polisi kemudian mengidentifikasi adanya 995 pucuk airsoft gun serta satu pucuk senjata api Franchi SPAS-15 kaliber 12 gauge.
Baca Juga:
Plot Twist 995 Senjata di Sekolah Jaksel, Pengacara: Itu Airsoft Gun dan Ada Izin Mabes Polri
Penelusuran terhadap senjata api Franchi SPAS-15 kemudian mengarah kepada DS sebagai nama yang tercatat dalam data kepemilikannya.
Fakta bahwa DS telah meninggal dunia sejak 2020 membuat polisi masih harus mengungkap siapa yang menguasai senjata tersebut setelah kematiannya dan bagaimana senjata itu kemudian tetap tersimpan di lingkungan yayasan sekolah.
Kepolisian juga berencana memeriksa IWD untuk mendalami asal-usul, status kepemilikan, perizinan, serta alasan penyimpanan senjata di lokasi tersebut.
Baca Juga:
Bikin Geger! 995 Senjata Tersimpan di Sekolah Jaksel, Polisi Masih Selidiki Ruangan Terkunci
Pemeriksaan tersebut diharapkan dapat memperjelas hubungan antara IWD, PT Lokta Karya Perbakin, pemilik tercatat Franchi SPAS-15, serta ratusan airsoft gun yang ditemukan dalam satu lokasi.
Penyidik juga masih harus mencocokkan dokumen yang diserahkan pihak IWD dengan data resmi kepemilikan dan perizinan untuk memastikan status hukum masing-masing barang.
Rangkaian pemeriksaan itu sekaligus diperlukan untuk menjawab perbedaan keterangan mengenai tujuan penyimpanan ratusan airsoft gun di lingkungan sekolah serta memastikan siapa yang bertanggung jawab atas penguasaan senjata setelah pemilik tercatat meninggal dunia.