Kepolisian hingga kini masih melakukan pendalaman untuk memastikan legalitas dokumen, kepemilikan, serta riwayat penyimpanan seluruh senjata yang ditemukan di lingkungan sekolah tersebut.
Penyelidikan juga harus membedakan status satu pucuk Franchi SPAS-15 yang merupakan senjata api dengan ratusan airsoft gun yang ditemukan di lokasi yang sama.
Baca Juga:
Plot Twist 995 Senjata di Sekolah Jaksel, Pengacara: Itu Airsoft Gun dan Ada Izin Mabes Polri
Di tengah proses tersebut, muncul perbedaan keterangan antara pihak IWD dan pihak sekolah mengenai alasan ratusan airsoft gun berada di lingkungan sekolah.
Pihak IWD mengaitkan keberadaan barang-barang tersebut dengan kebutuhan olahraga menembak dan rencana kegiatan ekstrakurikuler bagi siswa.
Namun, kuasa hukum pihak sekolah Hermawanto menyampaikan keterangan berbeda dengan menyatakan sekolah tersebut tidak memiliki kegiatan ekstrakurikuler menembak.
Baca Juga:
Bikin Geger! 995 Senjata Tersimpan di Sekolah Jaksel, Polisi Masih Selidiki Ruangan Terkunci
Perbedaan keterangan mengenai tujuan penyimpanan ratusan airsoft gun itu menjadi salah satu bagian yang masih perlu ditelusuri penyidik untuk mendapatkan gambaran utuh mengenai keberadaan barang tersebut.
Temuan senjata bermula dari sengketa kepengurusan yayasan yang kemudian membuat pihak sekolah mendapatkan akses ke ruangan yang sebelumnya dikuasai mantan ketua yayasan berinisial IWD.
Setelah ruangan tersebut dibuka, pihak sekolah menemukan ratusan senjata berbagai jenis yang tersimpan di dalam lingkungan yayasan.