WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pembangunan Jembatan Gantung Perintis Garuda di Aceh Tamiang terus dikebut, progresnya kini hampir menyentuh 80 persen untuk memulihkan akses vital warga yang sempat terputus akibat bencana.
Rabu (25/3/2026) -- Jajaran TNI Angkatan Darat memastikan pengerjaan jembatan yang melintasi Sungai Tamiang dan menghubungkan Desa Sekerak Kiri dengan Desa Bandar Mahligai, Kecamatan Sekerak, Kabupaten Aceh Tamiang telah mencapai progres 79,90 persen.
Baca Juga:
Pemkab Karawang Bahas Rencana Kerja 2026, Fokus Program Prioritas dan Tata Kelola Pemerintahan
Pembangunan jembatan tersebut dilakukan sebagai upaya memulihkan konektivitas darat antara dua wilayah yang sebelumnya terisolasi akibat bencana alam.
"Kehadiran jembatan ini diharapkan mampu memulihkan konektivitas serta mendukung aktivitas sosial dan perekonomian masyarakat," kata Kepala Dinas Penerangan TNI AD Brigjen TNI Donny Pramono.
Ia menjelaskan bahwa jembatan gantung tersebut memiliki panjang 240 meter dengan lebar 120 sentimeter.
Baca Juga:
Pemkab Karawang Targetkan 100 Ribu Kunjungan Wisatawan Selama Libur Lebaran 2026
Sejumlah pekerjaan dasar telah diselesaikan, meliputi pembersihan lokasi, pemasangan tali poros jembatan, penggalian, pengecoran, pemasangan sling utama, hingga pembangunan struktur gapura beserta elemen pengamannya.
"Pekerjaan dasar jembatan sebagian besar telah rampung dan menjadi fondasi utama percepatan pembangunan," ujarnya.
Sementara itu, beberapa pekerjaan lanjutan masih berlangsung, antara lain pemasangan gelagar memanjang yang telah mencapai 50 persen, pemasangan seling rawaian sebesar 80 persen, serta pembangunan papan pijakan sekitar 30 persen.
Selain itu, pemasangan ram kawat masih berada pada tahap awal, sedangkan pemasangan plang dan pengecatan pondasi telah mencapai progres 40 persen.
"Kami memastikan seluruh material pembangunan telah tersedia 100 persen di lokasi, sehingga mendukung kelancaran pengerjaan tanpa kendala berarti," jelas Donny.
Ia menegaskan bahwa percepatan pembangunan terus dilakukan agar jembatan tersebut segera dapat dimanfaatkan oleh masyarakat dalam menunjang aktivitas sehari-hari.
"Jembatan ini akan diselesaikan secepat mungkin agar bisa langsung digunakan masyarakat," katanya.
[Redaktur: Angelita Lumban Gaol]