WahanaNews.co | Ketua Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Rahmat Bagja akan membentuk tim pengawasan media sosial untuk meredam isu-isu di Medsos yang berkeliaran pada saat Pemilu 2024 mendatang. Hal tersebut salah satunya untuk mencegah polarisasi pada Pemilu 2024, seperti yang terjadi pada Pemilu 2019.
"Jadi dulu pada periode sebelumnya, pengawasan medsos itu dari kominfo yg punya alatnya kan, kemudian kami yang mereview nya, terus balik lagi ke Kominfo, kami mendorong pembuatan satgas ada Kominfo, KPU, Bawaslu dan juga Siber Crime untuk meredam isu-isu di medsos yang tidak benar," katanya kepada wartawan di acara Rapat Konsolidasi Nasional Bawaslu RI di Hotel Bidakara, Sabtu (17/12/2022).
Baca Juga:
Bawaslu Kulon Progo Gelar Penguatan Kapasitas Pengawas Pemilu Kecamatan untuk Pemilu 2024
Pihaknya nanti juga akan merumuskan indikator dalam bagian satgas. Nantinya, pihak terkait akan melakukan penyempurnaan secara berkala.
"Ini yang lagi kita rumuskan di satgas, lagi dibuat, dari kominfo dan tim hukum kami lagi buat itu. Ini yang akan kita atur nanti, kita lagi bicara dengan kominfo dan tim hukum untuk menentukan hal tersebut," tegasnya.
Bagja juga menjamin bahwa pembentukan satgas tersebut nantinya tidak akan mengganggu kebebasan berbicara dan kebebasan lainnya.
Baca Juga:
Perludem Ungkap Politisasi Bansos Pada Pilkada Tak Semasif Pemilu 2024
"Insyaallah, akan dalam waktu dekat ini bulan Januari," jelasnya. [sdy]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.