WAHANANEWS.CO, Jakarta - Sebuah mobil Isuzu Panther yang melaju tanpa kendali di Tol Jakarta–Cikampek berubah dari video viral menjadi kisah tragedi dan kepahlawanan, setelah pengemudinya ditemukan meninggal dunia dan aksinya dihentikan berkat keberanian seorang sopir truk.
Peristiwa tersebut terjadi di ruas Tol Jakarta–Cikampek KM 21 dan sempat menghebohkan publik karena mobil Isuzu Panther terlihat melaju sendiri sebelum akhirnya berhenti usai menabrak pembatas jalan.
Baca Juga:
Mobil Pengangkut Alami Kecelakaan, Dua Sapi Berlarian di Tol Jakarta–Cikampek
Setelah diperiksa oleh petugas, pengendara Isuzu Panther tersebut dinyatakan telah meninggal dunia.
Di balik peristiwa itu, peran sopir truk wingbox bernama Aan menjadi sorotan karena mengawal kendaraan tanpa kendali tersebut hingga berhenti di lajur paling kanan.
Atas tindakan tersebut, Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho memutuskan memberikan penghargaan kepada Aan.
Baca Juga:
Identifikasi 12 Korban Kecelakaan Km 58 Tol Japek Tuntas, Ini Daftar Namanya
Penghargaan itu diberikan karena Aan dinilai menunjukkan aksi heroik dan empati tinggi dalam situasi berbahaya.
Tindakan Aan juga dianggap berhasil mencegah potensi kecelakaan yang lebih besar di ruas tol padat kendaraan.
“Saya mewakili institusi Polri,” ujar Kakorlantas Polri Irjen Pol Agus Suryonugroho.
“Mas Aan ini menjadi atensi Bapak Kapolri,” kata Agus.
“Hari ini saya bersama Pak Dirkum mengundang Panjenengan untuk menyampaikan apresiasi dan terima kasih, sekaligus memberikan piagam penghargaan,” ujarnya pada Senin (26/1/2026).
Menurut Agus, tindakan Aan merupakan contoh nyata sikap bertanggung jawab dalam berlalu lintas.
Peristiwa tersebut diharapkan menjadi pembelajaran bagi seluruh pengguna jalan raya.
Sementara itu, Aan menceritakan kronologi kejadian yang dialaminya di Tol Jakarta–Cikampek.
Saat itu, Aan mengemudikan truk di lajur dua ketika melihat Isuzu Panther melaju di lajur empat.
Mobil Panther tersebut sempat menabrak pembatas jalan, oleng ke kiri, lalu kembali ke kanan.
Pengendara di belakang Panther diketahui sudah berulang kali membunyikan klakson namun tidak mendapatkan respons.
“Banyak kendaraan di belakang klakson, tapi tidak ada respons,” kata Aan.
“Saya pindah ke jalur tiga dan mencoba mendekat untuk mengamankan,” ujarnya.
Aan kemudian berinisiatif menggunakan klakson truk wingbox miliknya yang lebih keras.
Ia berharap suara tersebut bisa membangunkan pengemudi Panther.
“Saya pakai klakson truk karena lebih keras, siapa tahu bisa kebangun,” ucap Aan.
“Tapi tetap tidak ada respons,” katanya.
“Akhirnya saya iringi sampai kendaraan berhenti,” ujar Aan.
Aan juga mengaku sempat berkoordinasi dengan anggota TNI yang berada di sekitar lokasi.
Koordinasi tersebut dilakukan untuk memastikan proses pengamanan tidak membahayakan pengguna jalan lainnya.
Setelah kendaraan berhenti, mesin mobil Panther diketahui masih dalam kondisi menyala.
Mesin tersebut kemudian dimatikan sebelum petugas terkait dihubungi.
Tidak lama berselang, anggota Patroli Jalan Raya tiba di lokasi untuk melakukan penanganan lanjutan.
Aan mengaku tidak pernah menyangka peristiwa tersebut akan membawanya bertemu langsung dengan Kakorlantas Polri.
“Saya benar-benar tidak nyangka bisa sampai ke sini dan ketemu langsung dengan Bapak Kakorlantas,” kata Aan.
“Saya juga tidak main media sosial,” ujarnya.
“Terima kasih banyak atas apresiasi dan penghargaan ini,” tandasnya.
[Redaktur: Elsya Tri Ahaddini]