Semakin tinggi pangkat dan semakin lama masa pengabdian, maka pendapatan yang diterima prajurit juga akan meningkat.
Sistem penggajian Garda Nasional dihitung berdasarkan jumlah hari bertugas, termasuk seluruh waktu yang digunakan untuk pelatihan militer.
Baca Juga:
Ngeri! Dua Jet Tempur AS Tabrakan di Udara, Empat Pilot Lolos dari Maut
Dalam kondisi normal, anggota Garda Nasional menjalani latihan rutin sekitar dua hari setiap bulan serta pelatihan tahunan selama dua pekan penuh.
Selama mengikuti pelatihan keterampilan dan pelatihan tahunan tersebut, prajurit berstatus tugas aktif dan menerima gaji penuh sesuai ketentuan.
Latihan akhir pekan umumnya mencakup pelatihan sesuai spesialisasi, kualifikasi senjata, kebugaran fisik, pemeliharaan perlengkapan, serta materi pendukung lainnya.
Baca Juga:
UEA Dinilai Tak Lagi Butuh Perlindungan AS, Muncul Seruan Penutupan Pangkalan
Kebutuhan pelatihan tambahan sangat ditentukan oleh spesialisasi pekerjaan militer yang dijalani masing-masing prajurit.
Bagi anggota Garda Nasional yang memiliki tanggungan, tersedia pula peluang memperoleh tunjangan perumahan sesuai ketentuan yang berlaku.
Selain itu, pajak penghasilan hanya dikenakan pada gaji pokok, sementara bonus atau kompensasi tertentu, khususnya saat penugasan luar negeri, dapat diterima secara utuh tanpa potongan pajak.