WahanaNews.co | Katib Aam Syuriyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), Yahya Cholil Staquf, mengatakan, NU perlu melakukan pembaruan memasuki seratus tahun kedua organisasi kemasyarakatan Islam itu.
Dari segi kepengurusan, misalnya, kata Yahya Staquf, harus ada jaminan berlangsungnya regenerasi secara alamiah pada setiap jenjang kepengurusan.
Baca Juga:
Insantara Petakan 14 Kandidat Ketum PBNU, Sinyal Transisi Kian Menguat
"Apakah kita siap melakukan regenerasi?" tanya Yahya, saat bersilaturahmi dengan pengurus PWNU dan PCNU Bali, NTT, dan NTB di Denpasar, Bali, Kamis (21/10/2021) malam.
Serempak peserta pertemuan menyatakan siap.
Pembaruan lainnya, menurut Yahya, adalah soal pengelolaan organisasi.
Baca Juga:
PWNU Jatim Tegaskan AHWA Harus Ditetapkan di Muktamar NU 2026
Dia mengusulkan pola kerja di jajaran tanfidziyah atau eksekutif PBNU seperti sebuah pemerintahan.
Seorang ketua umum, ujarnya, mesti berfungsi seperti seorang presiden.
Ia memimpin rapat seperti seorang presiden memimpin sidang kabinet.