"Ilmu Laduni ini ilmu ketauhidan
karena ilmu ini benar-benar datangnya dari Allah SWT dan yang diamalkan Sunan
Kalijaga dalam syiar Islam dahulu," kata Kapten Inf Tatang dalam
perbincangan khusus dengan wartawan.
Ilmu beladiri kebatinan yang dikuasai
Kapten Tatang memang jauh berbeda dengan seni beladiri lainnya.
Baca Juga:
Empat Prajurit Penyiram Air Keras Andrie Yunus Divonis, Hakim Beberkan Faktor Peringanan
Sebab, dalam peragaannya, penguasa
ilmu ini tak perlu terlibat benturan fisik dengan orang yang akan mencelakainya
atau orang yang hendak berniat jahat.
Jadi, orang yang berniat jahat dan
hendak berbuat zalim akan takluk dan tumbang dalam jarak jauh sebelum serangan
orang jahat itu mengenai tubuh pemilik Ilmu Laduni.
Kapten Tatang sendiri pernah
memperagakan Ilmu Laduni di pedepokan yang dipimpinnya.
Baca Juga:
Begal Makin Meresahkan, Kodam Jaya Kerahkan Pasukan Tempur ke Jalanan
Jangankan cuma satu dua orang saja, 10
orang yang menyerangnya langsung terkapar dan berteriak-teriak kesakitan dalam
sekali gerakan tangan dari jarak jauh.
Dampak yang dialami para penyerang
cukup menakutkan.
Orang-orang yang terkena hantaman Ilmu
Laduni bakal terpental, terkulai lemas, hingga kaku seperti patung.