WAHANANEWS.CO, Jakarta - Pernah merasa perjalanan pulang terasa jauh lebih cepat dibanding saat berangkat meski jarak dan waktunya sama, fenomena ini ternyata bukan sekadar perasaan, melainkan ilusi psikologis yang nyata dan telah diteliti para ilmuwan.
Pengalaman serupa bahkan pernah dirasakan astronot Alan Bean dalam misi Apollo 12 pada 1969 ketika ia mengaku perjalanan kembali ke Bumi terasa lebih singkat dibanding saat menuju Bulan.
Baca Juga:
AS dan Iran Saling Serang Lagi, Trump: Itu Cuma Love Tap
Fenomena ini dikenal sebagai efek perjalanan pulang yang telah diamati dalam berbagai penelitian psikologi.
Sejumlah ilmuwan mencoba menjelaskan penyebabnya, salah satunya karena rute perjalanan pulang dianggap lebih familiar dibanding saat berangkat.
Namun penjelasan tersebut tidak sepenuhnya diterima oleh psikolog dari Universitas Tilburg, Belanda, Niels van de Ven.
Baca Juga:
Tragis Anggota BPK Haerul Saleh Tewas dalam Kebakaran Saat Awasi Renovasi Rumah
“Ketika saya naik pesawat terbang, saya juga merasakan hal ini, padahal saya tidak mengenali apa pun dalam perjalanan itu,” kata van de Ven.
Berdasarkan pengalamannya, ia meragukan bahwa keakraban rute menjadi faktor utama yang membuat perjalanan pulang terasa lebih cepat.
Untuk membuktikannya, ia melakukan serangkaian eksperimen guna menguji fenomena tersebut secara ilmiah.