"Ada baiknya juga bagi orang tua untuk mengatakan, 'Tidak apa-apa jika membuat kesalahan di sini'. Jelaskan kepada anak Anda bahwa 'cara kita menangani kesalahan di rumah adalah dengan menghadapinya dan mengatasinya'," kata Lehman.
Semua orang tua, demikian dikatakan, perlu memiliki sistem individu untuk memantau kondisi anak, baik secara fisik maupun mental.
Baca Juga:
Radikalisasi di Kalangan Remaja: Dua Pelajar Singapura Ditangkap karena Dugaan Terorisme
Selalu luangkan waktu untuk berbicara dengan anak mengenai pengalaman harinya di sekolah, hubungannya dengan teman-temannya, dan membicarakan berbagai hal lainnya.
Melalui cara ini, anak akan menyadari bahwa orang tua memiliki ketertarikan besar terhadap kehidupannya dan antusias terhadap segala yang terjadi di dalamnya.
Menurut Lehman, keterampilan berkomunikasi dengan anak adalah kemampuan yang dapat terus dikembangkan oleh orang tua.
Baca Juga:
Remaja di Sulsel Diduga Jadi Korban Penganiayaan Oknum Anggota Brimob
Meskipun mungkin merasa lelah setelah seharian bekerja, selalu sediakan waktu untuk berkomunikasi dengan anak.
Bahkan jika anak yang sudah memasuki masa remaja cenderung sulit diajak berbicara, orang tua sebaiknya tidak menyerah dalam upaya mencapai anak dengan berbagai cara.
Lalu, jika terjadi konflik dan anak mengancam untuk meninggalkan rumah, Lehman menyarankan untuk menenangkan anak tersebut. Sebaiknya hindari memberikan perintah agar anak pergi langsung ke kamarnya.