WahanaNews.co I Dikutip dari media The SunSabtu (22/5/2021) diberitakan para pria
penipu di China telah mengumpulkan uang lebih dari USD2,8 juta dari pria lain
yang dia peras.
Baca Juga:
Kasus Korupsi Sertifikasi K3, Jatah Rp3 Miliar Mengalir ke Immanuel Ebenzer
Para penipu itu
menyamar jadi wanita cantik dan mengajak chat telanjang via webcam dan
rekamannya dijadikan alat untuk memeras lawan chatnya.
Para penipu atau scammer
beraksi menggunakan topeng wajah, kulit palsu, rambut palsu dan payudara palsu.
Mereka menghabiskan waktu berminggu-minggu untuk "merawat" klien
mereka sebelum mengundang mereka ke obrolan pribadi dan kemudian diam-diam
merekam mereka saat telanjang untuk dijadikan alat pemerasan.
Polisi China, dengan senang hati mem-postingbeberapa
video di jejaring sosial Weibo yang mengungkapkan teknik yang digunakan para
scammer untuk mengelabui para korbannya.
Baca Juga:
Preman di Tambora Palak Pedagang Buah, Butuh Untuk Hajatan Nikah
Tujuan polisi itu untuk memperingatkan orang-orang agar menghindari penipuan
via webcam.
Dalam video peringatan
yang diunggah polisi, para penipu mendemonstrasikan cara mereka melepaskan
payudara palsu dari tubuh mereka untuk memperlihatkan dada mereka yang memang
pria tulen.
"Menurut anda,
apa yang anda pikirkan ini adalah apa yang benar-benar Anda pikirkan?,"
kata seorang petugas polisi wanita dalam video tersebut.
"Para laki-laki, jangan mengobrol telanjang. Itu penipuan," lanjut
peringatan polisi.
Penipuan dengan trik
seperti itu mendapatkan ketenaran selama pandemi virus corona karena Departemen
Keamanan Umum Guangdong menerima lebih dari 9.000 keluhan pemerasan terkait
dengan apa yang disebut "obrolan telanjang" dalam enam bulan pertama
tahun 2020, dan lebih dari 2.000 korban telah telah diidentifikasi dengan
jelas.
Polisi dilaporkan
mendeteksi setidaknya 10 geng pemerasan secara terpisah, dan 86 penjahat
dilaporkan telah ditangkap. (tum)
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.