2. Tempat kerja Tuan W: Kota
3. Samiun, Hayati, Saleha: Pejambon
Baca Juga:
Pramono: Era Saya Jangan Pikir ASN Jakarta Untuk Bisa Poligami
4. Puasa (pembunuh Nyai Dasima):
Kwitang
Nama-nama lokasi itu memang ada di
Jakarta. Namun, untuk Nyai Dasima sendiri, sebagian
orang menganggapnya pernah benar-benar ada, sebagian ahli menganggap Nyai
Dasima hanya tokoh rekaan.
Yulitin Sungkowati dari Balai Bahasa
Surabaya menulis dalam Jurnal Metasastra
dengan judul "Resepsi Pembaca Terhadap Tjerita Njai
Dasima".
Baca Juga:
Elektabilitas Pram-Rano Naik di Survei Jakarta, Pakar Ungkap Sebabnya
Dia menjelaskan, Nyai Dasima tidak
sepenuhnya fakta.
"Nyai Dasima menjadi tokoh yang
hidup di antara fakta dan fiksi. Sebagian orang menganggapnya benar-benar
nyata, sedangkan yang lain meragukannya," kata Yulitin Sungkowati dalam
Jurnal Metasastra.
Ensiklopedia Sastra Indonesia
Kemdikbud menjelaskan, kisah Nyai Dasima adalah gosip yang berkembang
berdasarkan isu populer di berbagai surat kabar Hindia-Belanda Abad 19, yakni
berita-berita tentang nyai atau gundik pribumi orang Belanda.