WAHANANEWS.CO - Sulit fokus, mudah lupa, hingga mengalami brain fog bisa menjadi tanda bahwa otak sedang menghadapi tekanan akibat stres dan kurang tidur yang terus berulang.
Stres dan kurang tidur menjadi dua persoalan yang semakin akrab dengan kehidupan masyarakat modern, mulai dari padatnya aktivitas, tekanan pekerjaan, hingga kebiasaan menatap layar gawai sebelum tidur membuat banyak orang mengeluhkan sulit berkonsentrasi, mudah lupa, dan mengalami brain fog.
Baca Juga:
Makan Telur Tiap Pekan Bisa Lindungi Otak dari Alzheimer, Ini Faktanya
Kondisi tersebut kerap dianggap sepele, padahal jika berlangsung terus-menerus, dampaknya dapat memengaruhi performa otak dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.
Kementerian Kesehatan (Kemenkes) melalui laman resminya menjelaskan bahwa stres merupakan respons alami tubuh terhadap tekanan.
Namun, ketika berlangsung dalam jangka panjang, stres tidak hanya memengaruhi kondisi emosional, tetapi juga dapat berdampak pada fungsi kognitif dengan gejala berupa kesulitan berkonsentrasi, penurunan daya ingat, kesulitan mengambil keputusan, hingga gangguan tidur.
Baca Juga:
Tujuh Obat Resep yang Bisa Memicu Gangguan Memori Otak Menurut Pakar
Di sisi lain, kurang tidur juga bukan sekadar membuat tubuh terasa lelah, sebab Kemenkes menyebut orang yang tidur kurang dari enam jam setiap malam berisiko mengalami penurunan fungsi otak.
Efek yang dapat muncul meliputi brain fog, menurunnya kemampuan mengingat, kesulitan berkonsentrasi, hingga berkurangnya kemampuan merencanakan dan mengendalikan perilaku.
Kondisi tersebut dapat membentuk lingkaran yang saling memengaruhi karena ketika tingkat stres meningkat, kualitas tidur cenderung menurun, sedangkan tidur yang tidak cukup dapat membuat tubuh menghasilkan respons stres yang lebih tinggi sehingga kemampuan otak untuk bekerja secara optimal ikut terganggu.