WAHANANEWS.CO, Jakarta - PT PLN Unit Induk Distribusi (UID) Sumatera Utara terus berjibaku memulihkan sistem kelistrikan setelah bencana banjir dan longsor yang memutus suplai energi di sejumlah wilayah pada Sabtu (30/11/2025).
Fokus utama berada pada kerusakan berat sembilan gardu induk serta dua menara jaringan tegangan tinggi yang roboh diterjang longsor.
Baca Juga:
Terima Kunjungan Menteri PU, Kajati Harli Siregar Siap Kawal Rehabilitasi Sumut Pasca Bencana
Bencana tersebut melumpuhkan gardu induk Denai, Labuhan, Labuhan Angin, Lamhotma, Mabar, Paya Pasir, Payageli, Martabe, dan Sibolga yang memerlukan penanganan khusus dan waktu perbaikan lebih panjang.
Kerusakan itu diperparah oleh banyaknya tiang listrik yang roboh atau miring sehingga tim PLN harus bekerja simultan di sejumlah titik kritis.
Selain itu dua menara jaringan tegangan tinggi yang rusak akibat longsor membutuhkan penanganan lanjutan pada struktur dan jalur kabel.
Baca Juga:
Dilanda Banjir Susulan, Tapteng Tetap pada Fase Transisi Menuju Pemulihan
Kondisi tersebut menambah kompleksitas pemulihan sehingga seluruh tim teknik PLN dikerahkan penuh agar percepatan perbaikan tetap aman dan terukur.
Manajer Komunikasi dan TJSL PLN UID Sumatera Utara Surya Sahputra Sitepu menegaskan bahwa pemulihan dilakukan dengan sangat hati-hati dan berlapis.
“Pelanggan yang sudah kembali menikmati layanan listrik merupakan wilayah yang telah dinyatakan aman, baik dari genangan air maupun potensi bahaya listrik lainnya,” ujar Surya, dikutip Senin (1/12/2025).