Pemadaman bergilir dilakukan dengan mengandalkan suplai dari PLTG Arun, Pembangkit Listrik Tenaga Uap Nagan Raya unit 1, serta Pembangkit Listrik Tenaga Diesel Lueng Bata.
Menurut Ahmad, pengaturan beban dilakukan secara terukur untuk menjaga keandalan sistem dan mencegah gangguan yang lebih besar, termasuk risiko pemadaman total atau blackout.
Baca Juga:
Pedagang SDN Sukaratu 5 Meninggal, Korban Tabrakan Mobil Kepala Dinas Jadi Dua
“Manajemen beban saat ini tetap dilakukan dengan mengandalkan suplai Arun, PLTU Nagan 1, dan PLTD Lueng Bata,” ujarnya.
PLN juga menyesuaikan distribusi listrik agar pasokan tetap menjangkau wilayah prioritas dan layanan publik penting di Banda Aceh dan sekitarnya.
Di sisi lain, PLN terus mempercepat pemulihan jaringan dan berkoordinasi lintas unit agar interkoneksi Langsa–Pangkalan Brandan dapat segera berfungsi kembali.
Baca Juga:
Polisi Usut Kematian Bocah 4 Tahun di Rohil yang Diduga Jadi Korban Kekerasan
Masyarakat diimbau untuk memahami kondisi tersebut sembari menunggu seluruh infrastruktur utama tersambung secara normal.
Presiden Prabowo Subianto turut menyoroti proses pemulihan kelistrikan Aceh yang menurutnya memang tidak dapat dilakukan secara instan.
Pernyataan itu disampaikan Presiden usai meninjau warga terdampak banjir di Medan, Sumatera Utara, Minggu (13/12/2025).