"Dia [DA] mengaku telah membuat akta nikah palsu, KTP palsu, KK palsu dengan tujuan menghindari pemeriksaan warga setempat. Karena mereka tinggal bersama di sebuah rumah kos," ujar Dharma.
Selain itu, DA juga mengakui telah memberikan keterangan palsu terkait kehamilannya kepada Hagai.
Baca Juga:
Buron 16 Bulan, Pria di Jeneponto Ditangkap Usai Perkosa dan Bunuh Tantenya Sendiri
Padahal, kata Dharma, Hagai dari hasil pemeriksaan telah curiga dengan pengakuan kehamilan DA.
"Hagai curiga dengan kehamilan DA, karena setiap kali dibawa pergi periksa dia selalu menyuruh Hagai untuk menunggu di luar. Tapi, DA sudah mengakui kalau soal kehamilannya adalah palsu dan soal pernikahannya dengan Hagai juga hanya sebuah kebohongan saja," kata Dharma.
Saat ini, kedua orang tersebut saat ini telah diserahkan ke Polsek Biringkanaya untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Baca Juga:
Berduan Sama Staf Wanita PPPK di Penginapan, Oknum Lurah di Sulsel Digerebek
Sebelumnya viral wanita ditertawakan polisi saat melaporkan dugaan suaminya hilang di Makassar.
Setidaknya sebanyak enam orang anggota Polsek Biringkanaya menjalani pemeriksaan di Bidang Profesi dan Pengamanan (Propam) Polrestabes Makassar dan Polda Sulawesi Selatan setelah menertawakan DA yang melaporkan hilangnya Hagai.
"Perintah Kapolrestabes Makassar, itu sudah dilakukan pemeriksaan semua piket yang ada. Ada 6 orang sudah diperiksa oleh Propam Polrestabes Makassar maupun Polda Sulsel," kata Kapolsek Biringkanaya, Kompol Andi Alimuddin, Selasa (3/1).