"Kami berharap Egianus tidak melakukan ancamannya yakni menembak pilot Susi Air tanggal 1 Juli mendatang," katanya.
Ia juga berharap keluarga dapat membantu meyakinkan Egianus untuk tidak mengeksekusi Philip.
Baca Juga:
Kapolda Papua Jenguk Korban Penyerangan dan Pembakaran yang Terjadi di Kabupaten Yahukimo
Sebelumnya Tentara Pembebasan Nasional Papua Barat-Organisasi Papua Merdeka (TPNPB-OPM) atau KKB membantah meminta senjata dan uang untuk membebaskan pilot Susi Air, Philip Mehrtens, yang disandera sejak 7 Februari.
Tidak. Kami tak pernah meminta uang dan senjata untuk menukar pembebasan pilot Philip Mark Mehrtens," kata juru bicara TPNPB-OPM, Sebby Sambom, seperti dikutip Asia Pacific Report, Maret lalu.
Menurutnya hal tersebut cuma propaganda dari aparat. KKB Papua sendiri menilai hal ini adalah masalah politik. Pilot Selandia Baru dianggap sebagai menjadi jaminan negosiasi politik.
Baca Juga:
Klarifikasi Puspen TNI: 1 Guru Tewas dan 6 Luka Akibat Serangan KKB di Yahukimo
Namun akhir Mei lalu, KKB Papua memang sempat melontarkan ancaman untuk menembak Philip.
Melalui video yang tersebar dan terkonfirmasi, Philip dalam kawalan KKB membacakan pernyataan bahwa ia diancam untuk ditembak jika dalam waktu dua bulan negosiasi tidak terjadi.
"Jika itu (negosiasi) tidak terjadi dalam waktu dua bulan mereka mengatakan akan menembak saya," kata Philip.