Penyidik juga telah memeriksa sejumlah kerabat Saepul yang diketahui sama-sama hidup dengan HIV untuk mendalami kondisi serta aktivitas tersangka setelah mengetahui status kesehatannya.
"Kami memeriksa kerabat dekat Saefullah yang juga sama-sama menghidap HIV, dan di antara kerabat-kerabat Saefullah yang terjangkit dan sama-sama tertular HIV, mereka saling aktif di acara pengajian dan kajian perkumpulan orang-orang yang terjangkit HIV. Kerabat-kerabat terdekat tersangka saling men-support dan membantu tersangka untuk rutin menjalani rehabilitasi manual (penyembuhan rawat jalan) dan konsumsi obat secara mandiri," jelasnya.
Baca Juga:
Pelaku Pembuang Mayat dalam Karung di Depok Ditangkap Polisi
Kasus pembunuhan dan mutilasi tersebut terungkap setelah sebuah karung berisi bagian tubuh korban ditemukan di lahan kosong pada Jumat (24/7/2026).
Warga yang menemukan karung tersebut awalnya tidak menyangka isinya merupakan jenazah manusia dan mengira karung tersebut hanya berisi sampah.
Kondisi itu baru terungkap setelah warga berinisiatif membakar karung tersebut pada Selasa (4/8/2026) dan kemudian mengetahui bahwa isinya merupakan bagian tubuh manusia.
Baca Juga:
Hasil Pemeriksaan Sementara Tidak Menemukan Keterlibatan Anggota TNI dalam Dugaan Penganiayaan di Wilayah Telanaipura
Berdasarkan hasil identifikasi, olah tempat kejadian perkara (TKP), keterangan sejumlah saksi, serta bukti-bukti lain, penyidik kemudian mengarahkan penyelidikan kepada Saepul.
Saepul akhirnya ditangkap Tim Subdit Resmob Ditreskrimum Polda Metro Jaya ketika sedang melarikan diri di Pandeglang, Banten, pada Rabu (5/8/2026).
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.