WAHANANEWS.CO, Lampung - Pondok Pesantren Sirojud Tholibin Bandar Lampung sukses menggelar diskusi kebangsaan dalam rangka Refeksi Menyambut Kemerdekaan RI ke 81 dengan menggandeng organisasi keagamaan Persatuan Guru Ngaji Indonesia (PGNI) Lampung dan Pendiri NII Crisis Center Ken Setiawan, pada (6/8/2026) lalu.
Pengasuh Ponpes Sirojud Tholibin KH. Lukman Hakim menyampaikan bahwa diskusi kebangsaan ini dihadiri oleh ratusan peserta yang terdiri dari Tokoh agama, para guru ngaji, jamaah majesli taklim dan para santri ponpes Sirojudtholibin.
Baca Juga:
Ken Setiawan Ingatkan Pentingnya Peran Mahasiswa Jaga NKRI dari Radikalisme
Kegiatan ini terselenggara merupakan bentuk kepedulian dan merupakan respon pesantren terhadap fenomena akhir akhir ini banyaknya penangkapan pelaku terorisme di berbagai wilayah, termasuk penangkapan di Provinsi Lampung.
“Kami sengaja mengundang Pendiri NII Crisis Center Ken Setiawan kerena beliau adalah mantan pelaku, yang saat ini juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pemuda dan Pendidikan Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Lampung diharapkan dapat menceritakan pengalaman nyata doktrin selama bergabung dalam kelompok radikal dan alasan kenapa bisa keluar sehingga saat ini berubah menjadi moderat,” ungkap Lukman Hakim.
Sementara itu Persatuan Guru Ngaji Lampung hadir beserta jajaran pengurus sebagai pembicara Ketua Umum Ustad Mas Amirudin dan Bidang IT dan komunikasi Basuki Rahmad menjelaskan tentang visi misi dan program kerja PGNI, diantaranya adalah melakukan road show kebangsaan pencegahan bahaya radikalisme dan terprisme di masyarakat, termasuk mengenalkan portal digital resmi yang dirancang untuk mendukung pengelolaan data, informasi, dan pemberdayaan guru ngaji secara terintegrasi.
Baca Juga:
Cegah Radikalisme: Ken Setiawan Usulkan Filsafat Jadi Mata Pelajaran di Sekolah dan Pesantren
“Dengan memanfaatkan teknologi digital, pgni.net membantu meningkatkan kualitas administrasi, transparansi data, serta mempermudah akses informasi bagi seluruh anggota organisasi,” jelas Amirudin.
Pendiri NII Crisis Center Ken Setiawan menyampaikan paparan tentang pengalaman saat menjadi pelaku gerakan radikal dan alasa kenapa keluar, Ken juga menjelaskan peta pergerakan radikalisme dan terorisme di Indonesia khususnya di provinsi Lampung.
Menurut Ken, saat ini ancaman radikalisme dan terorisme ada dalam genggaman gadget, banyak terduga teroris yang diamankan aparat sebelum mereka melakukan aksi teror itu propaganda, rekrutmen, dan penghasutan melalui platform media sosial.