"Setelah ditelusuri, anggota menemukan korban yang mengaku diculik berada di Hotel Topaz," ujarnya.
Setelah dimintai keterangan, LR mengakui bahwa dirinya tidak pernah menjadi korban penculikan dan seluruh cerita yang disampaikan kepada keluarga merupakan rekayasa.
Baca Juga:
PLN UIP Sulawesi Gelar Simulasi Tanggap Darurat, Perkuat Kesiapsiagaan Satuan Keamanan dan Pegawai
"Setelah diinterogasi, perempuan LR mengaku bahwa dia berbohong. Dia tidak diculik, tetapi merekayasa kejadian seolah-olah dirinya menjadi korban penculikan," jelasnya.
Menurut Kompol Semuel, berdasarkan pengakuan LR, aksi tersebut dipicu persoalan keluarga karena ia mengaku sering dimarahi di rumah dan ingin tinggal bersama saudara kandungnya setelah kedua orang tuanya meninggal dunia.
"Pengakuannya, dia sering dimarahi di rumah dan ingin bersama saudara kandungnya karena setelah kedua orang tuanya meninggal dunia mereka dipisahkan," katanya.
Baca Juga:
PLN UIP Sulawesi dan Kejari Banggai Perkuat Sinergi Hukum untuk Dukung Proyek Ketenagalistrikan di Luwuk
Usai ditemukan dalam kondisi selamat, penanganan perkara tersebut diserahkan kepada Direktorat Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA/PPO) Polda Sulawesi Selatan untuk dilakukan pendalaman lebih lanjut.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.