Kondisi bangunan sangat sederhana. Terbuat dari papan kayu, dengan dinding yang tidak rapat, serta tidak memiliki lantai, hanya tanah gundukan sebagai alas.
Cahaya matahari dapat langsung masuk ke ruang kelas karena celah-celah papan yang renggang. Fasilitas belajar pun sangat terbatas.
Baca Juga:
Ujian Berujung Maut, Senapan Rakitan Meledak Tewaskan Siswa SMP di Riau
Terkait viralnya video tersebut, Dinas Pendidikan langsung turun ke lokasi untuk memverifikasi situasi.
Alamsyah menyebut, upaya pembangunan sekolah permanen terkendala oleh persyaratan jumlah siswa minimum, yakni 60 murid.
“Karena jumlah siswa tidak mencukupi, kami telah menyepakati solusi bersama DPRD bahwa siswa akan dikembalikan ke sekolah induk. Untuk yang jaraknya jauh, akan kami bantu dengan sepeda agar tetap bisa bersekolah,” tambahnya.
Baca Juga:
Penggunaan AI & Teknologi Digital Dilarang di Sekolah Saat Kegiatan Ini!
Meskipun bangunan sekolah sudah digunakan selama lebih dari satu dekade, belum ada infrastruktur permanen yang dibangun hingga saat ini.
Kasus ini pun memicu perbincangan publik soal ketimpangan pendidikan di daerah terpencil.
[Redaktur: Rinrin Khaltarina]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.