WAHANANEWS.CO, Jakarta - Organisasi Relawan Nasional MARTABAT Prabowo-Gibran menyambut positif langkah Badan Pengelola Investasi (BPI) Danantara mengonsolidasikan portofolio 49 hotel milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN) ke dalam satu payung holding di bawah grup PT Hotel Indonesia Natour (HIN).
Ketua Umum MARTABAT Prabowo-Gibran KRT Tohom Purba mengatakan, “Konsolidasi hotel BUMN merupakan langkah strategis untuk mengubah kumpulan aset negara menjadi satu kekuatan bisnis nasional yang lebih terintegrasi, efisien, dan memiliki daya saing”.
Baca Juga:
Prabowo Ungkap Setoran BUMN Melonjak 4 Kali Lipat, Kini Tembus Rp200 Triliun
Menurut Tohom, keberadaan puluhan hotel yang sebelumnya tersebar di berbagai perusahaan negara menyimpan potensi ekonomi besar apabila dikelola dalam satu ekosistem yang memiliki arah bisnis bersama.
Integrasi tersebut dinilai dapat memperkuat efisiensi pengadaan, pemasaran, teknologi, pengembangan sumber daya manusia, hingga pengelolaan jaringan pelanggan.
“Kalau seluruh kekuatan itu dikonsolidasikan, Indonesia mempunyai peluang membangun grup hospitality milik negara yang bukan hanya besar dari jumlah aset, tetapi kuat dari kualitas pelayanan dan nilai ekonominya,” ujar Tohom, Senin (17/8/2026).
Baca Juga:
Danantara Tutup 290 BUMN, Rosan Targetkan Cuma Tersisa 300 Perusahaan
Ia melihat konsolidasi juga membuka kesempatan bagi pemerintah untuk melakukan pemetaan terhadap hotel BUMN berdasarkan lokasi, potensi pasar, kinerja, serta nilai strategis masing-masing aset.
Pemetaan tersebut diperlukan agar setiap hotel memiliki fungsi bisnis yang jelas dan tidak terjadi tumpang tindih investasi maupun persaingan antarsesama perusahaan negara.
Danantara saat ini menjalankan penataan besar terhadap portofolio BUMN dengan target mengurangi jumlah perusahaan hingga menjadi sekitar 300 entitas pada akhir 2026.