Konsolidasi juga dapat memberikan posisi tawar yang lebih kuat bagi HIN dalam membangun standar pelayanan, melakukan digitalisasi, serta mengembangkan jaringan hotel nasional.
Ia berpandangan skala bisnis yang semakin besar harus dimanfaatkan untuk membangun merek hospitality Indonesia yang mampu bersaing dengan jaringan hotel internasional.
Baca Juga:
Prabowo Ungkap Setoran BUMN Melonjak 4 Kali Lipat, Kini Tembus Rp200 Triliun
“Indonesia memiliki kekuatan pariwisata yang luar biasa, sehingga sangat wajar apabila negara juga memiliki ekosistem hospitality yang kuat dan mampu menjadi tuan rumah di pasar sendiri,” kata Tohom.
Ia mengatakan ekspansi pada masa mendatang tetap perlu dilakukan berdasarkan kelayakan bisnis dan bukan hanya mengejar besarnya jumlah aset yang dikelola.
Setiap aset harus memiliki target produktivitas yang terukur agar konsolidasi benar-benar meningkatkan nilai perusahaan.
Baca Juga:
Danantara Tutup 290 BUMN, Rosan Targetkan Cuma Tersisa 300 Perusahaan
MARTABAT Prabowo-Gibran juga melihat agenda perampingan BUMN yang dijalankan Danantara sejalan dengan kebutuhan membangun perusahaan negara yang lebih lincah dan kompetitif.
Restrukturisasi tersebut diharapkan mampu mengurangi duplikasi bisnis sekaligus mengoptimalkan aset negara yang selama ini belum menghasilkan nilai maksimal.
“Danantara memiliki momentum untuk membuktikan bahwa konsolidasi bukan hanya memindahkan perusahaan dari satu struktur ke struktur lainnya, tetapi menciptakan mesin ekonomi negara yang lebih produktif,” ujar Tohom.