5 Penyebab Biaya Proyek KCJB Bengkak
Sementara itu, GM Corporate Secretary PT Kereta Cepat Indonesia China (KCIC), Rahadian Ratry mengatakan, pihaknya telah berupaya untuk menekan biaya pembangunan supaya lebih efisien.
Baca Juga:
BUMN Topang Pertumbuhan Ekonomi 5,61 Persen, MARTABAT Prabowo-Gibran: Transformasi Harus Terus Dipercepat
“Mengenai perubahan biaya, kami sudah mengajukan angka untuk direviu oleh BPKP, dan hal ini masih berproses. Namun kepastiannya masih menunggu hasil audit dan reviu dari BPKP,” ujarnya, Kamis (7/4/2022) lalu.
Namun, kata Rahadian, biaya proyek KCJB bengkak tidak dapat terhindarkan, karena terdapat acuan harga yang harus disesuaikan. Selain itu, terdapat penambahan waktu estimasi pelaksanaan proyek juga turut berdampak terhadap biaya proyek.
Lebih rinci, Rahadian menjelaskan, alasan di balik pembengkakan biaya proyek Kereta Cepat Jakarta-Bandung sebagai berikut:
Baca Juga:
UMKM Binaan Pertamina Catat Potensi Bisnis Rp10,6 Miliar di Inabuyer 2026
1. Pengadaan Lahan
Biaya pengadaan lahan yang memakan porsi cukup besar terhadap biaya proyek kereta cepat Jakarta-Bandung menjadi salah satu penyebab bengkaknya biaya proyek.
Sebab, proses pengadaan lahan yang memakan cukup banyak waktu membuat harga tanah yang akan dibebaskan turut mengalami kenaikan. “Akibatnya, ada penambahan biaya pengadaan lahan dari nilai awal,” terang Rahadian.