Endang juga mendorong pemerintah daerah membuka ruang kolaborasi yang lebih luas dengan BAZNAS. Menurut dia, program zakat dapat disinergikan dengan agenda pembangunan daerah, terutama yang berkaitan dengan pengentasan kemiskinan dan perlindungan sosial.
Ia menilai BAZNAS memiliki potensi menjadi salah satu mitra pemerintah dalam mendukung program pembangunan apabila penghimpunan zakat dapat ditingkatkan.
Baca Juga:
Asst Professor Miktha: UI Perkenalkan Teknologi Robotik 3D Printing Arsitektur dan Konstruksi
“Zakat harus diarahkan untuk memerangi kemiskinan. Kalau penghimpunannya semakin besar dan dikelola secara tepat, semakin banyak masyarakat yang bisa kita intervensi melalui program sosial, kesehatan, pendidikan, dan pemberdayaan ekonomi,” ujarnya.
BAZNAS juga menilai aparatur sipil negara (ASN), pelaku usaha, serta masyarakat yang telah memenuhi kewajiban zakat perlu terus mendapatkan edukasi mengenai pentingnya menunaikan zakat melalui lembaga resmi.
Menurut Endang, rendahnya penghimpunan zakat tidak semata-mata disebabkan oleh kecilnya potensi, tetapi juga berkaitan dengan tingkat pemahaman masyarakat dan belum optimalnya sistem penghimpunan di tingkat komunitas.
Baca Juga:
Satpol PP Segel Gedung Mewah Langgar GSS Ciliwung Pekan Esok: Ada yang Lapor Polres Soal Penipuan
Karena itu, penguatan UPZ berbasis RW dinilai dapat menjadi salah satu strategi untuk mendekatkan layanan BAZNAS kepada masyarakat sekaligus memastikan dana zakat berputar dan memberikan manfaat di lingkungan yang membutuhkan.
Dengan pendekatan tersebut, BAZNAS Kota Depok berharap zakat dapat berkembang dari sekadar kewajiban individual menjadi kekuatan sosial yang mampu mendukung pengentasan kemiskinan dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat secara berkelanjutan.
Endang mengatakan, sudah melakukan pembicaraan dengan sejumlah pejabat pemerintah daerah mulai dari wali kota, wakil wali kota, dan camat-camat di Kota Depok. Terkhusus, ia menceritakan pertemuannya dengan Camat disertai Sekretaris Kecamatan Sukmajaya, Christine Desima Arthauli dan Nelda Purnadia Wardhani. Dari pembicaraan Endang apresiasi dengan sambutan dari Christine yang antusias mendukung gagasan pembentukan UPZ ini.