Dalam pandangannya, tindakan jauh lebih penting dibandingkan sekadar memikirkan ketidakpastian yang ada di depan mata.
Ia juga menolak pola pikir pasif yang hanya menunggu masa depan datang dengan sendirinya tanpa upaya untuk mengubah keadaan.
Baca Juga:
Sambut World Environment Day, PT DPM Serahkan Bibit Kopi dan Kemiri ke Petani
"Ketika orang khawatir, bukalah pintunya, lihat apa yang mereka khawatirkan, dan mereka akan menyelesaikan masalahnya."
Ma menjelaskan bahwa setiap ketakutan yang muncul di masyarakat sesungguhnya menyimpan peluang yang dapat dimanfaatkan oleh mereka yang mampu memahami akar persoalannya.
Ketika banyak orang takut kehilangan pekerjaan akibat perkembangan teknologi dan kecerdasan buatan, menurutnya kondisi tersebut justru membuka ruang bagi lahirnya solusi dan inovasi baru.
Baca Juga:
Setelah Dicopot Prabowo, Harta Rp9 Miliar Dadan Hindayana Jadi Sorotan, Ini Isi Garasinya
Begitu pula saat masyarakat cemas menghadapi perubahan yang berlangsung cepat, keadaan itu dapat menjadi celah bagi generasi muda untuk menciptakan jawaban atas tantangan yang ada.
Karena itu, Ma menekankan bahwa tugas utama kaum muda yang berpendidikan bukanlah menghindari masalah atau menjauh dari ketakutan yang berkembang di tengah masyarakat.
Sebaliknya, mereka harus berani menghadapi kekhawatiran tersebut, memahaminya secara mendalam, lalu mengubahnya menjadi solusi yang memberikan manfaat bagi banyak orang.