Di tengah kondisi tersebut, lanjutnya, harga karet justru menunjukkan penguatan yang signifikan. Rata-rata harga pada Februari 2026 tercatat sebesar 193,76 sen/kg, meningkat 9,49 sen dibandingkan Januari.
Tren penguatan ini berlanjut hingga akhir Maret, dengan harga penutupan pada 27 Maret 2026 mencapai 200,3 sen/kg.
Baca Juga:
Warga Tolak Rencana Penutupan Stasiun Karet Jakarta, Khususnya Pengguna KRL
“Kenaikan harga ini tidak terlepas dari dinamika global, termasuk krisis energi yang mendorong kenaikan biaya produksi karet sintetis berbasis petrokimia sehingga meningkatkan daya tarik karet alam sebagai substitusi,” jelas Edy.
Dia menyebut, meski kinerja ekspor karet Sumut masih berada di tahap konsolidasi, penguatan harga dan mulai munculnya permintaan dari pasar non-tradisional seperti Korea Selatan memberikan sinyal awal adanya potensi perbaikan pasar ke depan.
[Redaktur: Alpredo Gultom]
Ikuti update
berita pilihan dan
breaking news WahanaNews.co lewat Grup Telegram "WahanaNews.co News Update" dengan install aplikasi Telegram di ponsel, klik
https://t.me/WahanaNews, lalu join.