Penguatan struktur komando dan integrasi sistem pengawasan dinilai menjadi prasyarat penting dalam agenda reformasi pasar modal.
Selain soal struktur, Luhut juga menyoroti pemanfaatan kecerdasan buatan atau artificial intelligence dalam sistem pengawasan.
Baca Juga:
Gantikan Luhut, AHY Dapat Jabatan Baru dari Prabowo
Ia mengungkapkan telah mengirim tim khusus untuk berdiskusi dengan otoritas pasar modal terkait kesiapan teknologi tersebut.
“Jadi saya pikir dengan berbasis AI, harus berbasis AI lagi, itu saya kira akan jalan,” kata Luhut.
Namun, ia mengaku cukup kecewa setelah mendengar paparan hasil diskusi timnya dengan otoritas terkait.
Baca Juga:
Luhut Warning APBN Terancam Jebol, Harga Minyak Bisa Tambah Defisit Rp 200 Triliun
“Kemarin memang kita agak kecewa bahwa saya kirim tim juga ke pasar modal untuk melihat, berdiskusi mengenai AI,” paparnya.
Menurutnya, klaim kepemilikan sistem berbasis AI oleh otoritas belum sesuai dengan ekspektasi yang dibayangkan pemerintah.
“Mereka mengatakan mereka sudah punya, padahal menurut saya sih mereka belum seperti yang kita bayangkan, karena ternyata masih banyak ada masalah,” beber Luhut.