Data perekonomian Amerika Serikat juga menjadi salah satu faktor eksternal yang akan diperhatikan investor dalam menentukan arah investasi.
Data tenaga kerja nonfarm payrolls Amerika Serikat diperkirakan menunjukkan penambahan 91 ribu tenaga kerja pada Juli 2026.
Baca Juga:
Dari Sell Indonesia ke Sell Singapore, Ini Makna di Balik Istilah yang Bikin Warganet Panas
Angka tersebut lebih tinggi dibandingkan penambahan tenaga kerja sebanyak 57 ribu pada Juni 2026.
Pada saat bersamaan, tingkat pengangguran Amerika Serikat diperkirakan meningkat menjadi 4,3 persen dari sebelumnya 4,2 persen.
Data ketenagakerjaan tersebut dijadwalkan menjadi perhatian pasar pada Jumat (7/8/2026) karena berpotensi memengaruhi ekspektasi terhadap arah kebijakan moneter Federal Reserve.
Baca Juga:
IHSG Terkapar, Investor Asing Lepas Saham Rp23 Triliun
"Jika data nonfarm payrolls lebih tinggi dari estimasi dapat meningkatkan ekspektasi bahwa the Fed akan menaikkan suku bunga pada pertemuan September mendatang," papar Phintraco Sekuritas.
Ekspektasi terhadap kebijakan suku bunga The Fed menjadi salah satu faktor yang perlu dicermati karena dapat memengaruhi arus modal di pasar keuangan global, termasuk pasar saham Indonesia.
Dari dalam negeri, sentimen terhadap IHSG juga akan dipengaruhi sederet data ekonomi penting yang dijadwalkan dirilis sepanjang pekan pertama Agustus.