Indeks Manufacturing Purchasing Managers' Index (PMI), neraca perdagangan, dan data inflasi menjadi sejumlah indikator ekonomi yang dirilis pada Senin (3/8/2026).
Investor selanjutnya akan mencermati data pertumbuhan Produk Domestik Bruto (PDB) Indonesia Kuartal II-2026 yang dijadwalkan dirilis pada Rabu (5/8/2026).
Baca Juga:
Dari Sell Indonesia ke Sell Singapore, Ini Makna di Balik Istilah yang Bikin Warganet Panas
Data cadangan devisa serta indeks harga properti kemudian dijadwalkan dirilis pada Jumat (7/8/2026).
Rangkaian data tersebut berpotensi memberikan gambaran lebih jelas mengenai kondisi fundamental perekonomian Indonesia sekaligus menjadi katalis bagi pergerakan pasar saham.
Phintraco Sekuritas juga menilai penurunan harga bahan bakar minyak (BBM) nonsubsidi yang berlaku mulai Sabtu (1/8/2026) berpotensi menjadi tambahan sentimen positif bagi pasar.
Baca Juga:
IHSG Terkapar, Investor Asing Lepas Saham Rp23 Triliun
Penurunan harga BBM nonsubsidi dapat memberikan pengaruh terhadap ekspektasi inflasi dan daya beli masyarakat yang turut menjadi perhatian investor.
"Secara teknikal, IHSG pekan ini diperkirakan melanjutkan penguatan dengan menguji level 6.300-6.380," jelas Phintraco Sekuritas.
Proyeksi tersebut menempatkan level 6.300 sebagai area penting yang perlu diperhatikan investor untuk melihat keberlanjutan momentum penguatan IHSG.