WAHANANEWS.CO, Jakarta - Investasi pada sektor perumahan dan kawasan industri tercatat sebagai salah satu penyumbang terbesar dalam realisasi investasi nasional sepanjang tahun 2025.
Tren positif ini bahkan diproyeksikan terus berlanjut dan mengalami peningkatan signifikan pada tahun 2026.
Baca Juga:
Arsjad Rasjid: Jangan Cepat Puas, KEK Indonesia Masih Belum Optimal
Hal tersebut disampaikan Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Rosan Perkasa Roeslani dalam konferensi pers pemaparan realisasi investasi tahun 2025 yang digelar di Kantor Kementerian Investasi, Jakarta, Kamis (15/1/2026).
“Investasi di bidang perumahan, baik dalam maupun luar negeri ini akan meningkat cukup signifikan, kita sudah liat pipelinenya,” ujar Rosan.
Data Kementerian Investasi/BKPM menunjukkan, sektor perumahan dan kawasan industri masuk dalam lima besar sektor tujuan investasi, baik penanaman modal asing (PMA) maupun penanaman modal dalam negeri (PMDN), sepanjang 2025.
Baca Juga:
MARTABAT Prabowo-Gibran Dorong Tata Kelola Udara Modern Lewat Deteksi Emisi Industri Terintegrasi di Kawasan Aglomerasi Jabodetabekjur
Nilai investasinya mencapai Rp 140,4 triliun atau setara 7,3 persen dari total realisasi investasi nasional yang menembus Rp 1.931,2 triliun.
Secara khusus, sektor ini menjadi tujuan investasi terbesar ketiga bagi investor domestik. Nilai PMDN di sektor perumahan dan kawasan industri tercatat sebesar Rp 99,6 triliun atau sekitar 9,7 persen dari total PMDN 2025 yang mencapai Rp 1.030,3 triliun.
Sementara itu, untuk investasi yang berasal dari penanaman modal asing, sektor ini belum masuk dalam jajaran lima besar.